JAKARTA - Pergerakan pasar keuangan global menunjukkan dinamika yang cukup intens di tengah berbagai sentimen ekonomi.
Bursa saham utama di Amerika Serikat mengalami tekanan seiring respons investor terhadap prospek belanja modal dan kinerja perusahaan teknologi. Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar terhadap ekspektasi pertumbuhan dan arah kebijakan global.
Indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York turun 592,58 poin atau sekitar 1,2 persen menjadi 48.908,72. Indeks S&P 500 merosot 84,32 poin atau sekitar 1,23 persen menjadi 6.798,4. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq melemah 363,99 poin atau sekitar 1,59 persen menjadi 22.540,59.
Tekanan tersebut muncul di tengah perhatian investor terhadap belanja modal sektor teknologi. Sejumlah saham perusahaan besar mengalami koreksi cukup signifikan. Pergerakan ini turut memengaruhi sentimen risiko di pasar global.
Tekanan Saham Teknologi Mewarnai Wall Street
Saham Alphabet turun 0,55 persen setelah perusahaan induk Google mengungkap rencana biaya modal mencapai US$185 miliar tahun ini. Informasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terkait efisiensi dan pengembalian investasi. Investor merespons dengan sikap lebih berhati-hati.
Saham Microsoft, Palantir, dan Oracle masing-masing terjun 5 persen, 6,8 persen, dan 7 persen. Saham Nvidia juga tercatat merosot 1,4 persen. Penurunan ini menunjukkan tekanan merata di subsektor teknologi.
Saham Amazon anjlok 4,4 persen dalam perdagangan reguler. Setelah sesi perdagangan usai, saham tersebut kembali terjun hingga 10 persen. Penurunan ini terjadi setelah kabar Amazon bergabung dalam rencana belanja modal US$500 miliar bersama perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat.
Indeks Sektoral Dan Volatilitas Meningkat
Indeks piranti lunak dan layanan S&P 500 anjlok 4,6 persen. Penurunan ini menandai pelemahan untuk sesi ketujuh secara berturut-turut. Tren tersebut memperlihatkan tekanan berkelanjutan pada sektor berbasis teknologi.
Saham Qualcomm terjun 8,5 persen setelah perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal kedua dan laba di bawah estimasi. Proyeksi tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap perlambatan kinerja industri semikonduktor. Investor pun merespons dengan aksi jual.
Indeks volatilitas CBOE sempat mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Indeks ini mencerminkan meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar. Kondisi tersebut menandakan pasar tengah berada dalam fase sensitif terhadap informasi baru.
Mayoritas Sektor Melemah, Emas Tertekan Dolar
Sembilan dari 11 sektor utama indeks S&P 500 tercatat melemah. Indeks sektor material anjlok 2,75 persen, sedangkan sektor kebutuhan non primer konsumen turun 2,59 persen. Pelemahan sektoral ini menunjukkan tekanan yang cukup luas.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange mengalami penurunan. Harga emas pengiriman April 2026 turun 1,2 persen menjadi US$4.889,5 per ons. Penurunan tersebut terjadi seiring penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Indeks dolar AS naik 0,15 persen terhadap sejumlah mata uang utama. Penguatan dolar memberikan tekanan tambahan pada aset berdenominasi dolar. Emas pun menjadi kurang menarik bagi sebagian investor.
Bursa Eropa Bergerak Melemah
Bursa saham Eropa juga mencatatkan pelemahan pada perdagangan hari Rabu. Indeks STOXX 600 Eropa merosot 1 persen. Pelemahan terjadi setelah bank sentral Eropa memutuskan mempertahankan suku bunga.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London turun 93,12 poin atau sekitar 0,9 persen menjadi 10.309,22. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 111,98 poin atau sekitar 0,46 persen menjadi 24.491,06. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati investor Eropa.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid merosot 356,2 poin atau sekitar 1,97 persen menjadi 17.746,3. Indeks Cac 40 di Euronext Paris melorot 23,99 poin atau sekitar 0,29 persen menjadi 8.238,17. Tekanan merata terlihat di bursa utama kawasan tersebut.
Nilai Tukar Menjadi Perhatian Pasar
Pergerakan nilai tukar turut menjadi perhatian pelaku pasar global. Nilai tukar poundsterling terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran 1,3528 dolar AS per pound. Fluktuasi ini mencerminkan dinamika permintaan mata uang utama.
Terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1479 euro per pound. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan kondisi ekonomi regional. Investor memantau nilai tukar sebagai indikator stabilitas pasar.
Secara keseluruhan, pasar global tengah berada dalam fase penyesuaian. Fluktuasi saham, komoditas, dan mata uang mencerminkan dinamika ekonomi dunia. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi.