GARUT — Gelaran Semarak Merah Putih di Desa BRILiAN Sukalaksana, Kabupaten Garut, berlangsung semarak pada Sabtu (22/8). Acara yang digelar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office 9 Bandung ini menyedot antusiasme ratusan warga yang datang sejak pagi.
Beragam lomba khas 17-an seperti balap karung, panjat pinang, dan tarik tambang menjadi pembuka kemeriahan. Namun, puncak acara terjadi saat penampilan Seni Ketangkasan Domba Garut, Pencak Silat, dan tradisi Kabarulem unjuk gigi di hadapan pengunjung.
Seni Ketangkasan Domba Garut: Hiburan yang Menggerakkan Ekonomi Warga
Pertunjukan adu ketangkasan domba bukan sekadar tontonan. BRI menyebut atraksi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
"Seni Ketangkasan Domba Garut, Pencak Silat, dan Kabarulem adalah identitas serta magnet utama Desa Wisata Sukalaksana. Melalui kegiatan Semarak Merah Putih ini, BRI ingin menjaga kelestarian tradisi leluhur sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah ke tingkat yang lebih luas," ungkap Regional CEO BRI Region 9 Bandung, Dewi Hestiningrum.
Mengapa Domba Garut Jadi Komoditas Bernilai Tinggi?
Di balik keindahan tanduk dan performa atraktifnya di arena, Domba Garut menyimpan potensi ekonomi yang strategis. Berbeda dengan domba potong biasa, ras unggulan asli Jawa Barat ini memiliki segmen pasar tersendiri yang menggiurkan.
Harga jual Domba Garut tipe ketangkasan atau kontes bisa menembus puluhan juta rupiah per ekor. Penilaiannya didasarkan pada silsilah atau pedigree, keindahan tanduk, serta performa sang domba saat berlaga di arena.
Selain nilai jual yang tinggi, laju pertumbuhan domba ini terbilang cepat. Bobot tubuh maksimal untuk pejantan bisa mencapai 80–100 kilogram, menjadikannya komoditas efisien untuk pasar hewan kurban dan konsumsi daging berkualitas.
Ekosistem Usaha Baru: Dari Pakan Ternak hingga Pupuk Organik
Budidaya Domba Garut tidak berhenti pada penjualan ternak hidup. Ekosistemnya turut menggerakkan ekonomi warga lokal dari hulu ke hilir.
- Kebutuhan pakan konsentrat membuka peluang usaha penyediaan pakan ternak.
- Limbah kotoran domba dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai jual.
- Olahan kulit domba menjadi bahan baku kerajinan tangan khas daerah.
Potensi lain yang tak kalah besar adalah pengembangan agrowisata. Para peternak bisa membuka kunjungan wisata edukasi peternakan, pelatihan perawatan domba, hingga penyelenggaraan latihan bersama (latsar) seni ketangkasan yang kerap diminati wisatawan.
Melalui pembinaan Desa BRILiAN, BRI berharap Sukalaksana tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga menjadi contoh bagaimana tradisi dan ekonomi bisa berjalan beriringan.