Gempa NTT 7,7: 3.651 Wisatawan Kembali ke Labuan Bajo, 20,9 Ton Bantuan Tiba via Pesawat A400M TNI AU

Gempa NTT 7,7: 3.651 Wisatawan Kembali ke Labuan Bajo, 20,9 Ton Bantuan Tiba via Pesawat A400M TNI AU
Ribuan wisatawan kembali berlayar dari Labuan Bajo setelah gempa NTT 7,7 mengguncang wilayah tersebut.

LABUAN BAJO — Geliat ekonomi warga Manggarai Barat mulai terasa kembali. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, melaporkan ribuan wisatawan mancanegara mendominasi aktivitas pelayaran akhir pekan kemarin. Dari total penumpang yang berangkat, 2.840 di antaranya merupakan turis asing, sementara 811 lainnya wisatawan domestik.

Bandara Komodo Labuan Bajo juga telah beroperasi normal sejak Senin (17/8/2026). Namun, pemulihan ini belum merata di seluruh Pulau Flores.

Bandara dan Akomodasi Masih Terdampak di Flores Timur

Sejumlah bandara masih memberlakukan pembatasan penerbangan ketat. Bandara Soa-Bajawa tercatat membatalkan seluruh jadwal penerbangan. Sementara itu, sebagian rute di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende dan Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu juga ikut dibatalkan.

Kondisi terparah terjadi di Bandara Frans Sales Lega Ruteng. Otoritas setempat menemukan retakan pada bangunan terminal dan sejumlah fasilitas pendukung, sehingga seluruh aktivitas penerbangan dihentikan sementara.

Dari sektor akomodasi, dua hotel dilaporkan rusak berat dan sepuluh lainnya rusak ringan. Kerusakan juga menimpa lima homestay rusak ringan dan tiga lainnya rusak berat di Kabupaten Manggarai.

Tiga Destinasi Wisata Ditutup: Goa Rangko, Waerebo, dan Kelimutu

Dinas pariwisata setempat mencatat delapan daya tarik wisata mengalami kerusakan ringan. Demi keselamatan pengunjung, tiga destinasi utama resmi ditutup sementara, yakni Goa Rangko di Manggarai Barat, Desa Waerebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende.

Isi Bantuan: Tenda, Starlink, hingga Alat Penyaring Air

Pemerintah pusat mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung pengiriman bantuan tahap awal menggunakan pesawat angkut berat A400M milik TNI AU.

Bantuan tersebut mencakup 25 set tenda, 484 velbed, 15 set perangkat internet Starlink, dan 700 paket makanan siap saji. Tersedia juga 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, serta 1.480 selimut.

Dua unit alat reverse osmosis (RO) untuk menjernihkan air dan 18 koli obat-obatan turut dikirim. Kebutuhan lain seperti mi instan, bubur bayi, popok, dan pembalut juga disertakan dalam penerbangan tersebut.

Setelah menyerahkan bantuan, Sjafrie langsung meninjau Kabupaten Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum gempa. Ia memastikan personel TNI telah dikerahkan untuk pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan, serta distribusi logistik melalui jalur darat, laut, dan udara.

“Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, kebutuhan mendesak di lapangan, serta memastikan dukungan TNI dan bantuan pemerintah dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan tepat sasaran,” kata Sjafrie.

Ujian Nyata Rumah Tahan Gempa BRIN di Labuan Bajo

Gempa berkekuatan besar ini menjadi uji lapangan bagi teknologi rumah modular tahan gempa buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tiga unit rumah prototipe yang dibangun pada 2021–2022 di Labuan Bajo terbukti tetap kokoh bertahan.

Perekayasa Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto, mengatakan ketiga rumah tersebut berada sekitar 100 meter dari SD Rangko yang rusak akibat gempa. Hasil pemantauan tim tidak menemukan kerusakan struktural pada dinding, kolom, maupun fondasi.

“Gempa besar yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi ujian lapangan bagi teknologi tersebut,” ujar Vian, Senin (18/8/2026).

Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat kosmetik, seperti keramik dinding kamar mandi yang terlepas. BRIN akan melakukan pengujian lanjutan di laboratorium untuk memvalidasi kinerja struktur, sekaligus mendorong penerapan teknologi ini di wilayah rawan gempa lainnya di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index