PADANG - Kementerian PPN/Bappenas melakukan kunjungan kerja ke Sumatra Barat untuk meninjau dua proyek strategis yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero).
Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan, tantangan, serta mengarahkan kebijakan pembangunan infrastruktur konektivitas di Sumatra Barat.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menyatakan bahwa peninjauan difokuskan pada koridor Lembah Anai dan rencana lanjutan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin.
"Kami melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan pembangunan infrastruktur di lapangan. Kegiatan ini penting agar perencanaan ke depan lebih terpadu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa pihaknya siap menyelaraskan kebutuhan teknis lapangan dengan agenda konektivitas nasional. Jalan Tol Sicincin–Padang yang telah beroperasi sepanjang 36 km terbukti menjadi pengungkit mobilitas yang signifikan.
Bahkan, pada libur panjang lalu, ruas ini mencatat pertumbuhan trafik hingga lebih dari 80 persen dibandingkan kondisi normal.
Ke depan, penyambungan tol hingga koridor Bukittinggi–Sicincin sepanjang 41,10 km diharapkan mampu memangkas waktu tempuh hingga 55,91 persen serta menekan biaya logistik.
Selain proyek jalan tol, kunjungan juga menyoroti pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik) yang dikerjakan oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL). Proyek ini merupakan infrastruktur prioritas untuk meningkatkan keselamatan di jalur Padang–Solok yang selama ini dikenal memiliki risiko kecelakaan tinggi.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael Arthur Paulus Rumenser, memaparkan bahwa hingga 25 Mei 2026, progres fisik flyover telah mencapai 18,75 persen, dengan pembebasan lahan yang sudah tuntas 100 persen.
Kehadiran flyover ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan koridor Sitinjau Lauik secara bertahap, termasuk rencana pembangunan Flyover Panorama II di masa depan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat.