Bisnis Rental Kendaraan Listrik Diprediksi Berkembang, Mobil Anak Bangsa Ungkap Strategi

Rabu, 16 September 2026 | 17:54:01 WIB
CEO Mobil Anak Bangsa, Kelik Irwantono, berbicara dalam diskusi Coffee Morning bertema ekosistem otomotif di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

INVESTO.CO.ID — PT Mobil Anak Bangsa Indonesia menilai sistem rental kendaraan listrik bakal tumbuh menjadi lini bisnis tersendiri di pasar otomotif nasional. Peluang itu muncul karena pasar EV Indonesia belum sepadan dengan daya beli masyarakat, sehingga model sewa dinilai lebih realistis untuk mendorong adopsi.

CEO Mobil Anak Bangsa, Kelik Irwantono, menyampaikan hal itu dalam diskusi Coffee Morning bertema "Building a Resilient Automotive Ecosystem Beyond EV Amid Global Supply Chain Shift" yang digelar CNBC Indonesia bersama DBS Indonesia, Rabu (16/9/2026). Menurut dia, segmen rental membuka ruang pertumbuhan baru sekaligus memperkuat daya saing produsen dalam negeri.

Mengapa Rental Dinilai Lebih Masuk Akal Ketimbang Jual Putus

Kelik menuturkan pasar EV di Indonesia belum berkembang secepat yang diharapkan. Daya beli masyarakat menjadi penghambat utama, sementara harga kendaraan listrik masih berada di level yang sulit dijangkau sebagian besar konsumen.

Perusahaan pun memilih menyesuaikan diri dengan kondisi pasar. Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga bahan bakar dunia, terutama kenaikan harga solar yang berdampak langsung pada kendaraan komersial.

"Supaya efisien kita mengikuti pasar. Memang pasar EV kenaikan minyak di dunia ini. Terutama kendaraan komersial itu adalah kenaikan harga solar. Kita lihat pasar di tambang ini tiba-tiba demand-nya tumbuh. Ini kita siasati dengan create ecosystem," kata Kelik.

Infrastruktur Jadi Kunci Utama

Kelik menegaskan pembangunan ekosistem tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan infrastruktur. Aspek inilah yang menurutnya paling menentukan apakah kendaraan listrik bisa dipakai secara luas, terutama di sektor komersial seperti pertambangan.

Dia mengakui perseroan belum mampu bersaing dengan pemain berskala besar. Struktur biaya antar pemain berbeda, sehingga perusahaan besar menikmati keunggulan ekonomi skala yang sulit dikejar pemain kecil.

"Jadi mereka secara economic of skill saya pasti sudah mampu. Jadi cost mereka itu pasti jauh lebih menang. Kuncinya sebenarnya adalah kita harapkan kebutuhan dari pemerintah. Bahwa pemerintah ini memastikan bahwa apa yang akan dijual, produk apapun di Indonesia ini harus diterima," ujarnya.

Ekosistem Baterai hingga Bengkel Harus Jalan Bersamaan

Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML), Dhery Rachman, menambahkan kenyamanan konsumen menjadi prasyarat sebelum bicara soal target adopsi. Tanpa itu, peralihan ke kendaraan listrik akan berjalan lambat.

Ketegangan geopolitik turut mempengaruhi rantai pasok baterai, mineral, conductor, dan teknologi. Meski begitu, Dhery melihat kondisi ini justru membuka peluang diversifikasi rantai pasok di dalam negeri.

"Jadi sebelum ke tantangan terbesarnya adalah bagaimana konsumen bisa nyaman dulu. Ditambah lagi, tidak bisa dipungkiri dengan tensi geopolitik saat ini juga berpengaruh pada ekosistem baterai supply-nya, mineral-nya, conductor, dan teknologi. Tapi dari kami melihat, justru hal ini merupakan satu membuka peluang diversifikasi rantai pasok di Indonesia," ungkap Dhery.

Menurutnya, sinkronisasi ekosistem masih menjadi titik lemah. Baterai, charging, pembiayaan, dan bengkel belum berjalan seiring, padahal semuanya saling bergantung.

"EV itu mesti bareng-bareng, kalau ada satu yang terhambat maka akan berpengaruh. Menurut kami kita berjalan bareng-bareng, kita bisa berjalan sekali lebih cepat," pungkas Dhery.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Otomotif

Bagi pelaku usaha, model rental membuka opsi pendapatan berulang ketimbang bergantung pada penjualan unit. Skema ini juga bisa menjangkau konsumen yang belum siap membeli, termasuk perusahaan tambang yang butuh armada operasional.

Namun tanpa dukungan infrastruktur pengisian daya dan pembiayaan yang merata, potensi tersebut sulit terealisasi dalam waktu dekat. Kolaborasi lintas sektor antara produsen, penyedia energi, dan lembaga pembiayaan menjadi penentu.

Pemerintah disebut berperan memastikan produk yang dijual di Indonesia diterima pasar, sehingga daya saing produsen lokal tetap terjaga. Investasi mengandung risiko.

Tags

Terkini

Yankees Kembali Kehilangan Aaron Judge, Masuk IL Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 06:49:31 WIB

Steam Frame Kini Didukung Kode Lepton, Valve Buka Sumbernya

Minggu, 20 September 2026 | 05:56:01 WIB

LINK Naik 8,66 Persen, Chainlink Kini di 12,35 Dolar AS

Sabtu, 19 September 2026 | 04:50:30 WIB