Satgas PRR Rampungkan 81 Persen Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir Sumatera

Jumat, 13 Maret 2026 | 10:23:34 WIB
Satgas PRR Rampungkan 81 Persen Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir Sumatera

JAKARTA - Upaya percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera terus dilakukan pemerintah melalui pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak banjir. 

Salah satu langkah yang kini tengah dikebut adalah penyediaan hunian sementara bagi para pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat sejak bencana melanda.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan bahwa pembangunan hunian sementara atau huntara telah mencapai progres signifikan. Pembangunan ini difokuskan untuk membantu para korban bencana yang tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Huntara menjadi solusi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau belum dapat kembali ke rumah mereka. Dengan adanya fasilitas hunian sementara tersebut, para pengungsi diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang lebih layak dibandingkan tinggal di tenda pengungsian.

Progres Pembangunan Huntara Capai 81 Persen

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 12 Maret, pembangunan hunian sementara menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Dari total target 18.781 unit huntara yang direncanakan, sebanyak 15.346 unit telah berhasil diselesaikan.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 81 persen dari keseluruhan target pembangunan hunian sementara yang direncanakan di tiga provinsi terdampak bencana. Angka ini juga menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya.

Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa jumlah unit huntara yang telah rampung bertambah dibandingkan dua hari sebelumnya. Sebelumnya tercatat sebanyak 14.725 unit telah selesai dibangun, sehingga terdapat peningkatan sekitar tiga persen dalam kurun waktu tersebut.

Percepatan pembangunan hunian sementara ini dilakukan untuk mengurangi jumlah warga yang masih tinggal di tenda pengungsian. Pemerintah berharap semakin banyak warga yang dapat segera menempati hunian yang lebih layak selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.

Rincian Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi

Pembangunan hunian sementara dilakukan secara bertahap di tiga provinsi yang terdampak banjir, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Setiap wilayah memiliki target pembangunan yang berbeda sesuai dengan jumlah warga terdampak bencana.

Di Provinsi Aceh, pembangunan huntara menjadi yang paling besar dibandingkan wilayah lainnya. Dari total target 16.931 unit hunian sementara yang direncanakan, sebanyak 13.547 unit telah berhasil diselesaikan.

Dengan jumlah tersebut, progres pembangunan hunian sementara di Aceh telah mencapai sekitar 80 persen dari total target yang direncanakan. Pembangunan masih terus dilakukan agar seluruh unit hunian dapat segera tersedia bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara progres pembangunan hunian sementara hampir mencapai target yang ditetapkan. Dari total 1.020 unit huntara yang direncanakan, sebanyak 969 unit telah berhasil rampung dibangun.

"Sementara di Sumut sebanyak 969 unit sudah rampung dibangun, dari total 1.020 unit yang akan dibangun atau mencapai progres 95 persen. Sementara di Sumbar dari total 830 unit yang akan dibangun, telah seluruhnya rampung dibangun, atau sudah mencapai progres 100 persen," demikian keterangan Satgas, Kamis (12/3).

Adapun di Provinsi Sumatra Barat, pembangunan hunian sementara telah selesai sepenuhnya. Dari total 830 unit yang direncanakan, seluruh unit telah berhasil dibangun sehingga progresnya mencapai 100 persen.

Pembangunan Huntap Mulai Berjalan Bertahap

Selain pembangunan hunian sementara, Satgas PRR juga melaporkan perkembangan pembangunan hunian tetap atau huntap. Hunian tetap merupakan rumah permanen yang nantinya akan ditempati oleh warga terdampak bencana dalam jangka panjang.

Berdasarkan data terbaru Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera per 12 Maret, pembangunan hunian tetap telah mulai berjalan di berbagai lokasi terdampak. Dari total 36.669 unit hunian tetap yang direncanakan, saat ini terdapat 1.463 unit yang sedang dalam proses pembangunan.

Progres pembangunan hunian tetap ini masih berada pada tahap awal karena proses konstruksi rumah permanen membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pembangunan hunian sementara.

Namun demikian, beberapa unit hunian tetap sudah berhasil diselesaikan. Tercatat sebanyak 56 unit rumah permanen telah rampung dibangun hingga saat ini.

Jumlah tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan laporan sebelumnya. Dua hari sebelumnya, hanya terdapat enam unit hunian tetap yang telah selesai dibangun.

Dengan bertambahnya jumlah rumah permanen yang selesai dibangun, diharapkan para korban bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih stabil dan aman.

Upaya Percepatan Pemulihan Pascabencana

Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan pemerintah. Fasilitas hunian ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih normal.

Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, pembangunan hunian juga menjadi langkah strategis untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.

Dengan tersedianya hunian sementara, para pengungsi dapat meninggalkan tenda darurat yang biasanya memiliki keterbatasan fasilitas. Sementara itu, pembangunan hunian tetap akan memberikan solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.

Satgas PRR terus melakukan pemantauan terhadap progres pembangunan hunian di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait juga terus dilakukan agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Melalui percepatan pembangunan hunian ini, pemerintah berharap jumlah pengungsi dapat terus berkurang secara bertahap. Dengan demikian, masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan kondisi yang lebih aman dan layak di tempat tinggal baru mereka.

Terkini