Perbankan dan BI Perkuat Layanan Uang Tunai Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 | 14:37:14 WIB
Perbankan dan BI Perkuat Layanan Uang Tunai Ramadan

JAKARTA - Bank Indonesia bersama perbankan menyiapkan layanan penukaran uang Rupiah secara masif menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. 

Program ini dinamai SERAMBI 2026, yang bertujuan memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat. Total uang tunai yang disiapkan mencapai Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan mobilitas masyarakat selama periode tinggi transaksi.

Kebutuhan terbesar dialokasikan untuk perbankan, termasuk ATM dan kantor cabang, sebesar Rp177 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan intensitas aktivitas masyarakat. 

Bank Indonesia menekankan pentingnya kombinasi layanan tunai dan digital untuk mendukung kelancaran sistem pembayaran nasional.

Selain tunai, Bank Indonesia mendorong masyarakat memanfaatkan pembayaran digital yang cepat, aman, dan efisien. Penggunaan BI-FAST dan QRIS diharapkan meningkatkan transaksi non-tunai selama periode Ramadan dan Idulfitri. Hal ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kebutuhan fisik uang di masyarakat.

Sinergi BI dengan Perbankan dan Mitra Kerja

Keberhasilan SERAMBI 2026 ditopang oleh kolaborasi erat antara Bank Indonesia, perbankan, dan APJATIN. Sinergi ini memastikan distribusi uang layak edar berjalan tertib, tepat sasaran, dan lancar di seluruh wilayah Indonesia. Deputi Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas dukungan dan kerjasama yang berjalan harmonis.

Kolaborasi ini juga memungkinkan koordinasi logistik secara optimal, mulai dari pusat pencetakan uang hingga titik distribusi di masyarakat. Mitra kerja turut berperan dalam memastikan seluruh layanan kas mudah diakses dan aman. Kerjasama tersebut menjadi kunci kelancaran pembayaran tunai dan digital di periode Ramadan dan Idulfitri.

Dengan pendekatan terpadu, Bank Indonesia memaksimalkan penyediaan uang tunai di daerah terpencil sekaligus perkotaan. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sistem pembayaran nasional. Sinergi yang solid juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas Rupiah.

Pemesanan Penukaran Uang Melalui Aplikasi PINTAR

Untuk mempermudah masyarakat, layanan penukaran uang dapat dilakukan melalui aplikasi PINTAR. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. Total alokasi untuk layanan penukaran mencapai Rp8,6 triliun dengan nominal Rp5,3 juta per paket.

Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dan 8.755 layanan oleh BI dan perbankan. Warga dapat memanfaatkan kas keliling, kantor bank umum, dan layanan terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah. Khusus DKI Jakarta, layanan terpadu akan berlangsung di GBK Basketball Hall, Senayan, agar lebih mudah diakses masyarakat.

Pemesanan dilakukan dalam dua tahap untuk wilayah Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Tahap pertama dibuka sejak pertengahan Februari, sedangkan tahap kedua dilakukan menjelang akhir Februari. Mekanisme ini memastikan distribusi penukaran berlangsung tertib dan merata di seluruh wilayah.

Edukasi Keaslian dan Perawatan Uang Rupiah

Selain menyediakan uang tunai, Bank Indonesia mengedukasi masyarakat terkait ciri keaslian Rupiah. Metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang, menjadi panduan utama mengenali uang asli. Edukasi ini penting untuk menghindari peredaran uang palsu yang dapat merugikan masyarakat.

Bank Indonesia juga mengingatkan prinsip 5J untuk merawat uang Rupiah, yakni Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi. Perhatian terhadap perawatan uang tunai meningkatkan masa edar uang dan kualitas fisik Rupiah. Kesadaran masyarakat dalam menjaga Rupiah menjadi bagian dari penguatan sistem pembayaran nasional.

Dengan edukasi yang menyeluruh, masyarakat tidak hanya memperoleh uang layak edar, tetapi juga memahami cara memperlakukan Rupiah secara benar. Hal ini memperkuat kepercayaan publik terhadap mata uang dan mendorong penggunaan yang bijak. Program edukasi ini menjadi bagian integral dari SERAMBI 2026.

Dampak SERAMBI 2026 bagi Sistem Pembayaran

SERAMBI 2026 tidak hanya menitikberatkan pada penyediaan uang tunai, tetapi juga akselerasi pembayaran digital. Kombinasi tunai dan digital diharapkan memperlancar arus transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Program ini juga mendorong inklusi keuangan dan efisiensi sistem pembayaran nasional.

Melalui SERAMBI 2026, Bank Indonesia ingin masyarakat dapat bertransaksi secara nyaman, cepat, dan aman. Sinergi dengan perbankan dan mitra kerja memastikan distribusi uang tunai dan layanan digital berjalan optimal. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan kas yang efektif di masa mendatang.

Pemanfaatan teknologi digital dan edukasi publik turut memperkuat kemandirian sistem pembayaran Indonesia. Dengan layanan terpadu, masyarakat memiliki akses mudah untuk menukarkan uang sekaligus memanfaatkan transaksi digital. 

SERAMBI 2026 menjadi bukti komitmen Bank Indonesia menjaga ketersediaan Rupiah yang layak edar dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkini

Panduan Olahraga Ringan Agar Puasa Tetap Nyaman

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Bintang Voli Vietnam Perkuat Nakhon Ratchasima Thailand

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Voli Jepang Soroti Aksi Memukau Farhan Halim

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Persaingan Ketat Liga Inggris, Arsenal Tetap Percaya Diri

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Liga Italia Sengit, Milan Gagal Raih Kemenangan

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:58 WIB