Masjid Istiqlal Jakarta Sediakan 10 Ribu Porsi Buka Puasa Gratis Selama Ramadan 1447 H

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:25:28 WIB
Masjid Istiqlal Jakarta Sediakan 10 Ribu Porsi Buka Puasa Gratis Selama Ramadan 1447 H

JAKARTA - Ramadan selalu menghadirkan denyut kehidupan yang berbeda di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Selain menjadi pusat ibadah, masjid terbesar di Asia Tenggara ini juga bertransformasi menjadi ruang berbagi yang terbuka bagi siapa saja. Pada Ramadan 1447 Hijriah, Istiqlal kembali menunjukkan perannya sebagai rumah besar umat dengan menyiapkan ribuan porsi makanan berbuka puasa setiap hari.

Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyiapkan hingga 10 ribu porsi makanan gratis setiap hari untuk jamaah berbuka puasa selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan, program buka puasa bersama tersebut rutin digelar dan terbuka bagi seluruh kalangan.

“Kegiatan buka puasa di Istiqlal berlangsung rutin. Pada akhir pekan, jumlah jamaah yang berbuka puasa bisa mencapai 7.000–10.000 orang, sedangkan hari biasa sekitar 4.000–5.000 orang. Semuanya kami layani dengan nasi boks,” kata Nasaruddin.

Komitmen Pelayanan untuk Semua Kalangan

Program buka puasa gratis ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen Istiqlal untuk melayani umat tanpa membedakan latar belakang. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah datang setiap hari, terutama saat akhir pekan ketika jumlahnya melonjak signifikan.

Nasaruddin menegaskan, Masjid Istiqlal berkomitmen menjadi rumah bersama bagi seluruh umat, termasuk memberikan perhatian khusus kepada jamaah penyandang disabilitas.

“Fasilitas buka puasa dan sahur khusus juga disiapkan bagi mereka,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menghadirkan masjid yang inklusif, pengelola telah menyediakan berbagai fasilitas ramah disabilitas. Nasaruddin menjelaskan, Istiqlal telah menyediakan fasilitas ramah disabilitas, seperti lift, toilet khusus, serta area khusus di bagian depan masjid.

Langkah ini mempertegas bahwa semangat berbagi di Ramadan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk makanan, tetapi juga dalam akses dan kenyamanan beribadah bagi seluruh jamaah.

Khataman Al-Qur’an dan Ragam Aktivitas Edukatif

Selain layanan berbuka puasa, Ramadan di Istiqlal juga diisi dengan beragam kegiatan keagamaan dan edukatif. Salah satunya adalah khataman Al Quran yang berlangsung dari pagi hingga malam sepanjang bulan Ramadhan.

Suasana religius semakin terasa ketika ribuan umat Muslim memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah, termasuk salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah.

Tak hanya itu, aktivitas rutin lainnya tetap berjalan selama Ramadan. “Aktivitas rutin lainnya tetap berjalan, seperti kursus bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Persia, Prancis, bahasa Indonesia untuk penutur asing, bahkan bahasa Ibrani dan Arab. Seluruh kursus ini gratis. Para pengajarnya pun native speaker, misalnya kami mendatangkan pengajar langsung dari Tiongkok untuk bahasa Mandarin,” katanya.

Program kursus bahasa ini menunjukkan bahwa Istiqlal bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran lintas budaya dan bahasa. Keterbukaan terhadap berbagai bahasa asing mencerminkan semangat dialog dan peradaban yang inklusif.

Usung Tema Ramadhan Hijau dan Energi Surya

Pada Ramadhan tahun ini, Masjid Istiqlal mengangkat tema “Ramadhan Hijau” untuk menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan dalam kehidupan beragama. Tema tersebut sejalan dengan berbagai langkah konkret yang telah diterapkan dalam pengelolaan masjid.

Menurut Nasaruddin, Istiqlal telah menerapkan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang mendapat perhatian dunia internasional.

“Biasanya yang menjadi sorotan adalah gedung pencakar langit di Dubai atau Qatar, tetapi tahun lalu yang menjadi perhatian dunia justru Masjid Istiqlal karena atap Istiqlal yang dipenuhi panel solar system. Dengan sistem ini, kami dapat menghemat energi dalam jumlah besar,” ujarnya.

Keberadaan panel surya di atap masjid menjadi simbol bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Istiqlal tidak hanya berbicara tentang pelestarian alam, tetapi juga mempraktikkannya melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Selain penggunaan energi surya, Masjid Istiqlal juga menerapkan sistem pengelolaan air terpadu. Seluruh air ditampung dalam bak besar untuk kemudian diolah kembali agar tidak terbuang ke saluran pembuangan. Sistem ini memungkinkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan sekitar masjid.

Ramadan sebagai Ruang Berbagi dan Kesadaran Ekologis

Rangkaian program selama Ramadan 1447 H memperlihatkan bahwa Istiqlal memadukan dimensi sosial, spiritual, dan ekologis dalam satu kesatuan. Penyediaan hingga 10 ribu porsi buka puasa gratis setiap hari menjadi wujud nyata kepedulian sosial. Di sisi lain, khataman Al-Qur’an, kursus bahasa gratis dengan pengajar native speaker, serta penerapan teknologi ramah lingkungan memperkaya makna ibadah di bulan suci.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Masjid Istiqlal kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat salat, tetapi sebagai pusat peradaban yang mengedepankan pelayanan, pendidikan, dan keberlanjutan. Ramadan di Istiqlal pun menjadi lebih dari sekadar momentum ritual tahunan—ia menjelma menjadi ruang berbagi, belajar, dan membangun kesadaran kolektif untuk masa depan yang lebih baik.

Terkini

Panduan Olahraga Ringan Agar Puasa Tetap Nyaman

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Bintang Voli Vietnam Perkuat Nakhon Ratchasima Thailand

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Voli Jepang Soroti Aksi Memukau Farhan Halim

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Persaingan Ketat Liga Inggris, Arsenal Tetap Percaya Diri

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Liga Italia Sengit, Milan Gagal Raih Kemenangan

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:58 WIB