JAKARTA - Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi salah satu momentum penting dalam bulan suci Ramadan yang tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai pengingat akan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Momentum ini kerap dijadikan kesempatan untuk memperkuat refleksi keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Pada Ramadan tahun ini, pemerintah menggelar peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, tokoh agama, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam yang bersama-sama mengikuti rangkaian acara dalam suasana religius.
Selain menjadi bagian dari agenda keagamaan, peringatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pesan moral yang terkandung dalam Al-Qur’an, khususnya terkait nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya membangun perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kehadiran Menteri dan Tokoh Agama di Istana Negara
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih hingga pimpinan ormas Islam menghadiri peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026 malam. Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka juga hadir dalam acara ini.
Berdasarkan pantauan, para tamu undangan mulai berdatangan sejak pukul 19.00 WIB. Total ada 250 orang yang diundang, mulai dari pimpinan MPR, DPR RI, menteri kabinet, pimpinan ormas Islam, hingga tokoh agama.
Menteri yang tampak hadir yakni, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selain itu, tampak pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin. Kemudian, hadir Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, ulama Quraish Shihab, hingga tokoh agama Alwi Shihab.
Muhaimin Iskandar mengatakan para menteri diundang untuk mengikuti Nuzulul Quran sebagai momentum kenegaraan untuk memperingati turunnya wahyu Al-Quran di bulan suci Ramadan. Terlebih, saat ini merupkan 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan.
"10 hari terakhir kita gunakan betul untuk menyambungkan kebersamaan spiritual bangsa lewat Nuzulul Quran," ujar Cak Imin.
Persiapan Peringatan Nuzulul Qur’an
Sebelumnya, Kementerian Agama menggelar rapat internal untuk mematangkan persiapan peringatan Nuzulul Qur'an yang akan diselenggarakan di Istana Negara pada Selasa, 10 Maret 2026. Adapun Nuzulul Qur'an tahun ini mengangkat tema “Al-Qur’an, Amanah Ekologis, dan Jalan Perdamaian Dunia.”
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan tema tersebut dipilih untuk menegaskan relevansi pesan Al-Qur’an dalam menjawab berbagai tantangan global. Termasuk, isu lingkungan dan perdamaian.
"Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan alam dan sesama. Karena itu, pesan amanah ekologis dan perdamaian dunia menjadi sangat penting kita tekankan," kata Nasaruddin.
Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an memberikan panduan moral bagi manusia untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus membangun harmoni sosial di tengah masyarakat global. Nasaruddin menyebut Al-Qur’an mengajarkan tanggung jawab ekologis dan semangat perdamaian.
"Ini menjadi pesan penting bahwa agama hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan," ucap Nasaruddin.
Peringatan Bukan Sekadar Seremoni
Nasaruddin menekankan, peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara bukan hanya seremonial saja. Namun, momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
"Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat bahwa pesan Al-Qur’an harus diterjemahkan dalam tindakan nyata—merawat bumi, membangun solidaritas, dan menghadirkan kedamaian," tutur dia.
Dalam rangkaian acara tersebut, Kementerian Agama juga akan menghadirkan 30 anak yatim dari panti asuhan yang akan menerima paket bantuan sebagai bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Kehadiran anak-anak yatim tersebut diharapkan dapat menambah makna kepedulian dan solidaritas sosial dalam momentum Ramadan.
Tilawah Al-Qur’an Meriahkan Acara
Acara peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara juga akan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari nasional. Kehadiran qari berprestasi diharapkan dapat menambah kekhidmatan suasana peringatan tersebut.
"Tilawah Al-Qur’an akan dilantunkan oleh M. Fauzi Ridwan, juara STQH Nasional Cabang Tilawah Al-Qur’an tahun 2025. Kehadiran qari terbaik ini diharapkan menambah kekhidmatan peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara," jelas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang untuk menghadirkan suasana religius sekaligus menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an memiliki relevansi kuat bagi kehidupan berbangsa dan bagi perdamaian dunia.